Postingan

Cikaso dan Kisah Kelana Pertama

Gambar
Oleh: Fitri Maryani


Pagi ini surya meretak di jalanan asing Sinarnya pecah terserak ke segala liang Membisikkan kabar jika esok dari kemarin telah datang Kepada para pengejar mimpi, kepada para pengelana
Bagi sebagian orang pagi hanyalah pagi Sejenak waktu sebelum siang menjelang Sejenak masa sesudah malam tenggelam Namun bagi sebagian lainnya, pagi adalah harapan Sebab di sana, semoga semoga baru dirapalkan Meski terkadang sisa hari berlalu sama seperti kemarin Namun pagi, ia selalu menjadi esok yang setia dinantikan Bagi semua orang bagaimanapun rupanya saat datang Entah cerah ataupun mendung, entah sumringah ataupun murung

Pagi ini, langkahku masih tertambat di Cikaso. Semua inderaku masih menikmati segala yang diberikan Sukabumi. Paduan kicau burung serta gemrisik lembar dedaunan saling bersentuhan, adalah sederet nada yang membentuk nyanyian suka cita. Aroma kopi panas dari warung tepi jalan lengkapi romantisnya pagi ini. Tapi sayang, aku bukan penikmat kopi jika belum menelan nasi. Sementara,…

Teruslah Mengalir, Srambang!

Gambar
Oleh: Fitri Maryani
Hari ini adalah hari pertamaku kembali menyaksikan surya meretak di tanah kelahiran. Genap sudah selusin purnama aku melewatkan pagi di tanah lain. Pagi yang tak pernah sama seperti disini. Sebab di tanah lain itu tidak ada cerita tentang surya meretak dibalik hamparan sawah. Atau surya yang merangkak dari balik punggung gagah sebuah gunung. Di tanah lain itu, pagi adalah hiruk pikuk. Sedang di tanah kelahiranku, narasi pagi ialah masih tentang syair burung-burung. Masih tentang selimut dingin bagi raga-raga yang tidak tergesa. Juga tentang anak-anak sekolah yang masih mengayuh pedal sepeda berderet beriringan di jalan raya. Cerita pagi seperti ini adalah secuil candu yang selalu membuat ketagihan untuk pulang pada kampung halaman. 


Sisa hari ini, aku menjenguk Srambang sekali lagi. Setiap kali aku kembali ke kampung halaman, aku pasti sempatkan diri untuk mengunjungi Srambang. Ada ikatan istimewa terjalin diantara kami berdua. Srambang, bagiku ia bukan lagi hanya se…